Ikan Cupang adalah ikan air tawar yang tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli  salah satunya adalah Betta Channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur. Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara , ikan ini masih dapat bertahan hidup. Ikan ini memiliki panjang maksimal 5 cm.

Ikan cupang memiliki aneka ragam warna dan jenis yang penuh pesona. Selain mudah berkembang biak, jenis ikan yang hidup di rawa ini, juga memiliki peluang bisnis yang lumayan bagus. Dimana harga ikan cupang ada yang mencapai jutaan rupiah.

Penggemar ikan cupang ini sangatlah beragam, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa, dimana penggemarnya makin hari makin banyak, baik itu dari kalangan berada dan tidak berada.

Ciri-ciri khas yang dimiliki ikan cupang:

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan:

  • Umur ± 4 bulan.
  • Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
  • Gerakannya agresif dan lincah.
  • Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina:

  • Umur telah mencapai ± 4 bulan
  • Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
  • Gerakannya lambat.
  • Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
  • kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan, yaitu:

  1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
  2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
  3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
  4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
  5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Pembesaran anak

  1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
  2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
  4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Cara Perawatan Ikan Cupang

  1. Jika Ekor Kuncup. Ekor kuncup berarti menandakan ikan tersebut sedang dalam keadaan kurang baik, ini bisa disebabkan karena air dalam tempat ikan tersebut lama tidak dikuras, dimana seharusnya air tersebut di kuras minimal 2-3 hari sekali. Kemungkinan kedua karena air yang dimasukkan ke dalam tempat ikan tersebut langsung dari air PAM, dimana belum di endapkan terlebih dulu (minimal 2 hari)dan biasanya terdapat kaporit yang menyebabkan ikan tersebut sakit.
  2. Pakan. Dari segi pakan, ikan ini tergolong ikan yang mau memakan apa saja sehingga mudah memberinya makan. Pakan yang biasa diberikan seperti jentik-jentik nyamuk, nyamuk mati, cacing kecil,
  3. Ganti Air. Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap hari agar pertumbuhan ikan cupang semakin cepat. Keterlambatan dalam mengganti airnya akan menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar air. Penyakit yang muncul seperti timbulnya bercak-bercak putih disekujur tubuh ikan. Apa bila hal tersebut terjadi, maka cara penanganannya bisa dengan memasukkan ikan ke dalam air yang sudah ditetesi dengan obat anti bakteri, seperti bliz Id, dosis 4 tetes setiap 4 liter air. Cara sederhana dengan memasukkan 1 sendok teh garam dapur ke dalam tempat ikan tersebut dengan dosis 2-3 sendok setiap liter. Karena reaksinya cepat, perendaman ikan yang sakit tidak perlu lama-lama, begitu ikan dicelupkan, langsung di angkat.

Cara Mengawinkan Ikan Cupang

  1. Untuk mengawinkan ikan cupang, pilihlah ikan yang ekornya lebar dan tebal, badannya besar dan ekor memanjang. Kombinasi warna ikan yang baik adalah yang memiliki ekor dan sirip sempurna tidak berantakan.
  2. Untuk tempat pemijahan cupang tidak perlu tempat luas, cukup akuarium kecil, baskom, toples ataupun ember pelastik, dimana tempat tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu, setelah itu diisikan tanaman yang sudah dibersihkan, bisa berupa enceng gondok atau kapu-kapu.
  3. Setelah tempat pemijahan selesai, masukkan pejantan terlebih dulu, tunggu sampai cupang jantan membuat sarang-sarang busa, jika busa sudah tampak dipermukaaan air, masukkan betina. Setelah 3-4 hari, perkawinan selesai
  4. Angkat betina kalau sudah selesai bertelur, biarkan pejantan di tempat pemijahan tersebut. Betina dipindahkan agar tidak memakan telurnya, sedangkan pejantan dibiarkan tetap tinggal untuk membantu proses penetasan, dan usahakan pejantan diberi makan cukup agar tidak memakan telur tersebut.
  5. Setelah telur menetas, pisahkan pejantan. Pada usia 2-3 hari, benih tidak perlu diberi makan karena dalam tubuhnya masih terdapat kuning telur. Setelah hari ke-4, barulah diberi makan infusari atau sejenis plankton yang bisa dibeli di toko-toko ikan hias. Menginjak usia 1 bulan, anakan cupang sudah bisa dipisahkan sendiri-sendiri  untuk proses pembesaran.

Jenis-Jenis Ikan Cupang

1. Betta Channoides

Betta_channoides1Disamping adalah jenis ikan cupang “Betta Channoides” yang ditemukan di Pampang Kalimantan Timur.

2. Serrit/ Crown Tail

ikan-hias-cupang-seritIni merupakan jenis ikan cupang “Serrit/ Crown Tail”. Jenis ini memiliki ciri khusus berupa jeruji di ekornya.

3. Plakat

jenis ikan cupang plakatIni merupakan jenis ikan cupang   “Plakat”, bentuknya hampir sama dengan tipe petarung. Namun bila terusik, tipe plakat ini akan mengembangkan siripnya hingga melebihi 180 derajat.

4. Kampffisch betta splenden

800px-Kampffisch_betta_splendenscele4
5. Betta Cambodian

800px-Betta_cambodian
6. Double Tail

cupang double_tailIni merupakan jenis ikan cupang “Double Tail”, dimana cupang ini memiliki ekor yang bercabang menjadi 2 bagian.

7. Halfmoon

halfmoonIni merupakan jenis ikan cupang “Halfmoon”, jenis ini memilik ciri khusus yaitu ekornya yang lebar seperti kipas.

8. Giant

cupang Giant cupang raksasaIni merupakan jenis ikan cupang “Giant”, dimana cupang ini merupakan hasil persilangan antara cupang biasa dengan cupang alam, dan cupang ini ukuran maksimalnya biasa mencapai 12 cm.

 

Sumber: http://irfanlento.blogspot.com/

Sumber gambar: http://bengkulu10.files.wordpress.com/2008/01/mustardgreenhalfmoon.jpg