Lou Han merupakan salah satu ikan hias yang banyak digemari di Indonesia dan berasal dari keluarga Cichlidae. Siklid merupakan keluarga besar yang terdiri atas ratusan spesies. Perkawinan silang antar Lou Han terbukti menghasilkan Lou Han yang cukup baik kualitasnya dengan ciri-ciri fisik tertentu, yaitu pada aspek warna, rajah dan keindahan bentuk. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna ikan Louhan adalah dengan pemberian pakan buatan di samping faktor genetik ikan tersebut.

Dalam pemeliharaan, lohan tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mahal terutama pada pemberian makanannya. Selain makanan alami yang mudah didapat (cacing, udang), ikan ini juga menyukai makanan buatan (pelet).

Berikut Cara Pemeliharaannya:

1. Akuarium

Volume akuarium tergantung ukuran, ikan louhan kecil 5 – 7,5 cm bisa menggunakan akuarium 20×30 cm².. Ikan besar, 10-15 cm memerlukan akuarium lebih besar, 40×60 cm².  Louhan berukuran di atas 25 cm gunakan akuarium 60×120 cm². Agar Louhan berukuran 40 cm dapat bergerak bebas, akuarium yang dapat digunakan yakni ukuran 80×166 – 180 cm².

2. Pengisian Air

LouHan hidup baik pada suhu cukup hangat, 28-30 derajat Celcius. Air dingin dapat menyebabkan nafsu makan ikan kurang dan pertumbuhannya lambat.

3. Pemberian Makanan

Cacing rambut, blood worm, udang tawar, dan cacing tanah adalah pakan terbaik. Untuk pemberian pelet dibiasakan sejak kecil.

4. Perawatan

Bersihkan kotoran ikan yang ada di dalam akuarium selama 2-3 hari sekali untuk menjaga kesegaran air. Agar dinding tidak berlumut, dapat memelihara ikan Sapu-sapu, dengan ikan satu ini, ikan Louhan “segan” sehingga tidak menjahilinya.

5. Peralatan

Peralatan yang dibutuhkan dalam perawatan Louhan tidak jauh berbeda dengan ikan lain, diantaranya:

  1. Aerator, untuk memasok oksigen / menciptakan gelembung
  2. Filter, untuk menyaring kotoran dan memasok okigen
  3. Selang penyedot air, yang digunakan untuk mengganti sebagian air atau mengganti total air dalam akuarium
  4. Batu apung, untuk membersihkan kaca, kain lap dan lain-lain.

Cara Pembiakan

Luo Han diketahui relatif mudah diternakan.  Meskipun tidak jarang pula dilaporkan pada masa kawin tersebut mereka bisa saling mencedarai.   Untuk dapat melakukan pemijahan setidaknya diperlukan betina yang telah berukuran minimal 10 cm.  Sedangkan jantanya harus dipilih yang memiliki ukuran lebih besar.  Tempatkan pasangan ini pada sebuah akuarium, tetapi dengan diberi sekat pemisah.  Biarkan mereka menjadi terbiasa dengan pasangannnya satu sama lain pada kondisi demikian.  Pada saat si betina telah menunjukkan tanda-tanda akan bertelur lepaskan sekat tersebut.

Amati perilaku mereka setelah disatukan.  Apabila ternyata berkelahi terus menerus selama beberapa saat (jam) segera pisahkan mereka.  Coba untuk menyatukan kembali pasangan ini beberapa minggu kemudian.    Disamping itu bisa juga dicoba dengan memasangkan dengan jantan atau betina yang lain.

Apabila pemijahan berhasil. Perhatikan apakah mereka tetap akur dan menjaga telurnya atau tidak.  Apabila mereka cenderung berkelahi, pisahkan si jantan.   Dan biarkan si betina menjaga telurnya.  Beberapa kasus menunjukkan bahwa si betina memakan juga telurnya, apabila ini terjadi pisahkan juga betinanya.

Telur biasanya akan menetas setelah satu minggu.  Setelah menetas biarkan induk betina bersama burayak selama satu minggu, setelah itu pisahkan. Perwatan burayak dilakukan dengan mengacu pada perawatan keluarga cichlid lainnya.

JENIS-JENIS LOUHAN

Jenis Louhan yang utama di antaranya adalah :

1. Kamfa

kamfaCiri yang dimiliki yaitu bentuk sirip yang dimilikinya sejak kecil kaku, lebar dan selalu berdiri jika sedang beraktifitas. Pada bagian ekornya berbentuk kipas dimana sirip bawahnya selalu merapat kebagian ekornya.

2. Chencu Modern

chencu modernCiri yang dimiliki yaitu mutiara sangat dominan bahkan sampai ke bagian pipi dan jenongnya, dimana warna mutiaranya sudah muncul pada ukuran 3 cm. Bentuk badannya secara umum persegi dimana jenongnya sudah muncul ketika ukuran 10 cm. Tipe jenongnya terdapat unsur air, sehingga sangat mudah mengempis bila kondisinya tidak sesuai.

3. Chencu Clasic

chencu klasikCiri yang dimiliki yaitu warna merahnya lebih dominan daripada warna mutiara, sebagian besar mempunyai bodi eklips, agak membulat, jenongnya mengikuti struktur tulang (tidak terlalu besar). Tipe ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada tipe modern, siripnya tidak mudah layu.

4. Golden Red

golden redUmumnya jenis ini memiliki kesamaan dengan jenis Chencu, namun terdapat ciri khas yang dimiliki jenis ini yaitu perpaduan warna antara kuning/ orang dan merah.

5. Rainbow King

Rainbow KingJenis ini sangat memukau dan indah, bodi kotak, marking horisontal, warna merah kuning, dan ada beberapa berwarna kebiruan.

Dan banyak lagi pengembanganya dengan penamaan yang sangat beragam.