Manfish 10IKAN MANFISH

            Manfish atau Angelfish adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan. Umumnya manfish berenang di area sungai yang terdapat banyak akar pohon dan vegetasi. Nama ilmiah ikan ini Pterophyllum Scalare.  Pterophyllum dalam bahasa Yunani berarti ‘daun bersayap’ dan Scalare berarti ‘seperti penerbangan dari tangga’. Manfish dapat bertahan hidup di perairan yang memiliki tingkat pH antara 6,0-9,0. Tingkat amonia yang tinggi dalam air bisa mematikan ikan ini. Ukuran tubuh dari manfish dapat mencapai hingga 7 cm.

Ikan manfish memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki kepala kecil yang berakhir dengan mulut runcing.
  2. Tubuhnya berbentuk pipih mirip mata anak panah.
  3. Sirip perut dan sirip punggungnya tinggi serta membentang
  4. Lebar ke arah ekor sekilas mirip busur panah yang berwarna gelap transparan.
  5. Bagian dada terdapat 2 buah sirip yang panjang menjuntai sampai ke    bagian          ekor.
  6. Memiliki warna dan jenis yang bervariasi.

Sedangkan kebiasaan ikan ini antara lain:

  1. Pembawaannya kalem.
  2. Cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang.
  3. Hidup berkelompok/bergerombol.
  4. Bersifat omnivora.
  5. Menjaga dan melindungi keturunannya.

Pengelolaan Induk

Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 6-7 bulan, dengan ukuran panjang ± 7,5 cm.  Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous.  Selain itu karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan perlakukan obat secara periodik  Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.

Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal ( jantan dan betina ) terlebih dahulu dalam 1 akuarium besar (ukuran 100x60x60 cm3).  Setelah matang telur, induk manfish akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya.  Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pada tempat pemijahan.

Selain itu dapat dilakukan, yaitu dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina.  Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan induk betina.  Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina.  Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.

Teknik Pemijahan

Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm3 dengan tinggi air ± 30 cm.  Ke dalam akuarium tersebut diberikan aerasi untuk menyuplai oksigen.

Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan.  Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap.

Induk manfish akan memijah pada malam hari.  Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi.  Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir.  Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia.

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva

Telur yang menempel pada substrat selanjutnya dipindahkan ke akuarium penmetasan telur (berukuran 60x50x40 cm3) untuk ditetaskan.  Pada air media penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm.  Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC.

Telur manfish akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%.  Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu.

Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut berupa pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp.  Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari ( pagi dan sore ) hingga larva berumur  ± 10 hari dan dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex.

Pendederan dan Pembesaran

Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakukan pendederan sampai ikan berumur satu bulan.

Langkah berikutnya adalah memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran.  Dalam hal ini dapat digunakan bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang tersedia.  Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit.  Padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m2.  Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex atau pellet sampai benih berumur ± 2 bulan.  Ukuran yang dicapai biasanya berkisar 3 – 5 cm.  Jika pakan dan kualitas air mendukung, sintasan pada masa pembesaran dapat mencapai 70-90%.  Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk dengan padat penebaran yang lebih kecil.

Penyakit dan Penanggulangannya 

Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik dengan menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan.  Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah : Trichodina sp., Chillodonella sp. dan Epystilys sp.  Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.

Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain : Formalin 25%, NaCl 500 ppm.  Sedangkan untuk penyakit bakterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5 – 10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.

Jenis-Jenis Ikan Manfish

Beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia antara lain:

1. Manfish Diamond

Manfish DiamondManfish Diamond, berwarna perak mengkilat sampai hijau keabuan. Pada bagian kepala atas terdapat warna kuning hingga coklat kehitaman yang menyusur sampai bagian punggung.

2. Manfish Imperial

Manfish ImperialManfish Imperial, mempunyai warna dasar perak, tetapi tubuhnya dihiasi empat buah garis vertical berwarna hitam/coklat kehitaman.

3. Manfish Marble

Manfish MarbleManfish Marble, memiliki warna campuran hitam dan putih yang membentuk garis vertikal.

4. Manfish Black-White

Manfish Black-WhiteManfish Black-White, mempunyai warna hitam menghiasi separuh tubuhnya bagian belakang dan warna putih menghiasi separuh bagian depan termasuk bagian kepala.